TuLiSaN CaMPuRaN N4n4n9 TaK PeNTiNG

Yang Kebetulan Nemu Blog Ku, Silahkan Di Obrak Abrik, Kalau Lum Puas Ntar Tak Puasin Nyampek Puassss. Emang Gue Ya Tetep Gue, Kalau Elo Mau Ya Ambil Aja, Kalau Ngak Mao Ya Muntahkan Saja Biar Telecek Ning Pinggir Dalan

03 Maret 2008

BUAH BERDURI?? YA DURIAN


Buah rasa khas dengan kulit penuh duri keras serta tajam, buah berdaging manis, yang pahit katanya lebih disukai, memiliki biji (pongge, Bhs. Jawa) yang juga bisa dimakan apabila dikukus beberapa menit. Buah durian dikenal orang luar negeri dengan sebutan buah busuk, karena mereka beranggapan bau/aroma yang keluar dari durian merupakan hasil dari pembusukan buah ini. Buah ini memang berbeda dengan buah lainnya dari segi konsumennya, banyak yang suka dan tidak. Orang yang suka dengan durian karena baunya membuat harum saat masuk kerongga hidung dan nafsu yang membara untuk segera memakannya, sedangkan banyak orang yang tidak suka karena baunya dapat menimbulkan pusing dan bahkan muntah-muntah bila dipaksa memakannya.
Pohon durian berbuah setahun sekali sehingga harganya mahal, namun bagi pemburu durian ini hal biasa yang penting nikmatnya saat merasakannya. Bagi penggemar pemula durian yang bermaksud membeli durian yang enak, bisa menyimak cara seperti ini. (saya cuplikan dari febdian.net)
Memilih dari bentuk
Secara logika bentuk buah durian yang bulat akan memiliki ruang yang cukup atau berisi banyak dibandingkan dengan isi buah durian yang berbentuk gepeng. Namun pecinta sejati buah ini, ia akan memilih durian yang berbentuk unik, bukan durian yang berbentuk bulat bagus. Kenapa? Karena buah yang memiliki bentuk unik dan tidak bulat, isinya tebal, manis, dan bijinya kurus. Kata mereka, kualitas lebih utama dari kuantitas isinya. Saya setuju dengan pendapat ini.

Pilih yang berduri
Tentu saja membeli durian yang ada durinya. Tapi pilihlah durian yang memiliki duri yang jarang, besar dan agak tumpul karena isinya bagus, dagingnya kering dan manis. Disamping itu bisa mengurangi jeritan “Aouw” pada saat membukanya.

Memeriksa kulit
Pastikan kulit luarnya tidak cacat. Jika ada cacat pada kulitnya (misalnya busuk, ada lubang ulat), isi dalamnya pasti busuk, bisa-bisa semua isinya tidak dapat dinikmati. Dan jangan memilih buah yang kulitnya sudah retak atau pecah pada ujungnya. Retak atau pecahnya kulit durian akan membuat isi di dalamnya bercampur dengan udara bebas sehingga rasa buah tersebut menjadi asam atau tawar.

Menangkap bau
Durian yang matang akan mengeluarkan aroma yang kuat, dan harum. Untuk itu sebelum membelinya cobalah sedikit merapatkan hidung anda pada durian. Tangkaplah sebagian dari molekul-molekul yang telah menguap dari durian dengan menggunakan hidung yang sehat. Kalau kurang berbau, artinya durian tersebut tidak sempurna matangnya. Dicurigai buah tersebut matang tidak secara alami melainkan telah dikarbit atau diperam. Buah yang seperti ini tidak lagi segar dan rasanya kurang nikmat.


Menggoncangkan durian
Hei, jangan panik dulu! Memang sih, sebagian pemula sedikit ngeri melakukan aksi ini. Memegangnya saja sulit, apalagi menggoncangkannnya. Untuk menyentuh durian haruslah berhati-hati, makanya sentuhlah ia dengan mesra. Gunakan semua jari tangan dan kedua telapak tangan anda. Tempelkan kedua telapak tangan anda pada buah durian, diikuti dengan jari-jari tangan anda yang bagus itu, dan pegang erat. Dengan menggabungkan seluruh jari dan kedua telapak tangan akan mengurangi tekanan dari durinya. Nah, Kemudian gunakan tenaga pada lengan anda untuk mengangkatnya. Jika berhasil, cobalah menggoncangkannya perlahan-lahan. Setelah yakin anda bisa melakukannya, cobalah menggoncangkan sedikit agak keras. Jika anda merasakan getaran kecil, itu artinya isi buah tersebut kering dan matang, karena isi yang kering akan terpisah dari dinding kulit dalam. Sedangkan isi yang lembab atau terlalu lunak akan melekat.

Memukul durian
Kalau anda masih merasa takut melakukan cara di atas tadi, saya akan memberikan ilmu yang mudah untuk mendeteksi apakah daging durian tersebut kering dan matang. Caranya anda cukup memukul-mukul buahnya. Tapi jangan menggunakan pemukul kasti atau pemukul base-ball, apalagi menggunakan tangan sendiri (kecuali anda memiliki ilmu kebal). Gunakan gagang pisau, pastikan bunyinya seperti ‘buk…buk….buk….,’ tapi pastikan itu bukanlah bunyi “Buk…, Buk…, Buk, minta duriannya dong!”

Kemarin tanggal 2 Maret 2008, aku bersama kawan 9 orang menikmati durian di daerah Ngantang, Kab. Malang, hampir disepanjang jalan kita temui para penjual durian. Kaget bukan main, harga 1 buah durian sedang Rp. 25.000,- (mahal banget) akhirnya kami tawar Rp. 15.000,- akhirnya diterima tapi belinya banyak sekitar 10 buah. Kenyang sekenyang-kenyangnya, luar biasa nikmatnya menikmati duren (Bhs. Jawa) dipinggir jalan hujan deras lagi. Nyampek rumah ternyata ada suatu perubahan dalam perut, panas, kepala sedikit pusing B.A.B keras. Capek dech.

Tapi ada pengalaman yang baru saja aku ketahui tentang durian. Kalau kita makan buah salak jumlah banyak, jangan dibuang kulit tipisnya, karena itu adalah penangkal racunnya (B.A.B. tidak keras). Sementara kalau buah durian, biar aroma ditangan dan dimulut bisa hilang seketika maka ada caranya yaitu ambil kulit durian satu sisi, kemudian beri air secukupnya, kemudian cuci tangan pada air durian tersebut untuk aroma mulut bisa dikumur. Sedangkan untuk menghindari mabuk durian, air tersebut bisa langsung diminum.

Sampai saat itu pernah terfikir kok bisa ya?? Perlu diteliti nih? Tapi bagaimana?????
OK, met menikmati buah busuk tapi melezatkan. Awas jangan kebanyakan ya!!!!


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda