Agent of Change
Agent of Change
Mahasiswa adalah dikatakan sebagai Agent of Change, dengan kata lain bahwa mahasiswa adalah suatu kelompok remaja berpendidikan yang mampu melaksanakan suatu perubahan dalam segala bidang kemasyarakatan. Dengan tanda kutip perubahan yang bersifat positif menguntungkan. Namun, benarkah mahasiswa adalah menjadi pejuang perubahan bangsa kearah kemajuan ? atau sebaliknya malah menghancurkan citra bangsa dan ideologi bangsa?
Pernyataan diatas merupakan sebagai penjelas bahwa sosok mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah disandangnya tersebut. Tanggung jawab utama adalah kepada orang tua mereka yang senantiasa memberikan aliran modal yang cukup besar untuk merubah hidupnya agar lebih baik, tanggung jawab terhadap pribadi dan almamaternya serta tanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.
Namun, ternyata sungguh mengherankan bahwa sebagian mahasiswa yang tidak mengerti atau bahkan tidak tahu tentang tanggung jawab besar yang diembannya ini. Hal ini dapat saya contohkan dari sikap dan perbuatan mahasiswa/i yang melenceng jauh dari konsepnya sebagai suatu agen khusus tersebut. Telah jelas aturan hukum dan larangannya terhadap pemakaian atau penyaluran Narkoba, namun tidak sedikit mahasiswa yang melakukan dengan senang hati mengkonsumsi dan menjajakannya seperti menjual barang halal saja tanpa ada rasa bersalah melanggar hukum dan agama, sex bebas (lebih-lebih saat valentine days) yang lebih parahnya lagi didokumentasikan kemudian dijadikan film porno yang bebas berkeliaran, dugem sama om-om atau tante-tante girang yang kurang mendapatkan kepuasan sex-nya.
Kecenderungan ini meraka lakukan hanya untuk mencukupi kebutuhan perut dengan alasan kiriman orangtua sering telat, kiriman tidak cukup untuk biaya menyambung hidup, biaya kuliah semakin naik dan mahal, banyak kegiatan dikampus yang membutuhkan uang, belum lagi untuk perawatan diri mulai dari pakaian, kosmetik dan tetek bengeknya, dan mahasiswa kan butuh bersenang-senang tidak hanya kuliah saja, kapan lagi waktunya untuk memfoya-foyakan harga orangtua. Hal ini dianggap benar adanya oleh mereka bahwa mereka telah menjadi agent of change meskipun mereka dasar diri akan terjebak kedunia yang menyesatkan masa depan meraka.
Sungguh biadab dan tidak pantas bagi mereka yang berani menyebut diri mereka agent of change yang begitu mulia, bagi saya mereka adalah pahlawan mimpi di mendung hari, dan menjadi sampah mahasiswa yang harus segera disadarkan keberadaanya karena kalau dibiarkan akan menjadi virus mahasiswa yang dengan cepat menyebar mempengaruhi para agent yang berani bertanggung jawab terhadap ke-agent- annya tersebut. Kita banyangkan kalau 1 virus mahasiswa dapat mempengaruhi 1 agent utama, maka menjadi 2 virus, dan selanjutnya akan seperti itu sampai seluruh agent utama terinfeksi oleh virus tersebut. Maka kehancuran generasi bangsa ini telah tampak didepan mata kita and just waiting the time that agama sebagai pagar diri dikalahkan oleh nafsu sesaat.
Mari kita merasa prihatin terhadap apa yang mereka lakukan saat ini, mereka telah berjalan salah dan sesat.
Dari pengalaman dan pengamatan selama menjadi mahasiswa, ada banyak cara yang dapat menghibur dari kebosenan saat perkuliahan dan yang lebih menguntungkan dapat menghasilkan manfaat dan money secara halal. Pada dasarnya Mahasiswa adalah remaja yang penuh semangat untuk hidup, hal ini secara sederhana terbukti bahwa mereka melakukan kuliah dengan tujuan untuk mendapatkan kehidupan yang layak ditunjang dengan pekerjaan yang layak juga.
Semangat inilah yang menuntut mereka untuk mulai belajar hidup mandiri, terlebih lagi bag mereka yang jauh dengan orang tua, yang mana kiriman selalu telat, kiriman tidak cukup, mau yang ini dan yang itu,dll. Bukanlah dikatakan siswa lagi, mau ini ada yang memberi, mau itu ada yang melayani. Berbeda dengan mahasiswa, mahasiswa harus pandai-pandai memanfaatkan ilmunya dan lebih-lebih waktunya untuk berani mengexplore dirinya menjadi manusia yang kreatif, inovatif, mampu bersaing positif, mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan anaknya, berani mencoba dan mencoba hal-hal yang baru lagi baik menguntungkan.
Dengan kecendikiawanannya mereka sebetulnya memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan income seperti contoh bisa membuka Private Course baik sendiri maupun berkelompok, membuat BIMBEL di kos-kosan yang sederhana tapi elegan, rental computer pribadi di kamar kosan meskipun dengan modal hanya 1 PC komputer, yang lagi marak adalah pulsa keliling mahasiswa, translator bagi yang mampu bahasa asing seperti Inggirs dan Jepang. Kalau mereka beruntung juga bisa melamar menjadi asisten dosen yang pasti ilmunya lebih mengungguli mahasiswa yang lain.
Kesempatan mahasiswa yang begitu banyak ini ternyata sangat jarang terpikirkan oleh mereka, padahal kesempatan ini merupakan kesempatan emas untuk mendapatkan income yang halal lagi menambah uang saku mereka.
Mahasiswa adalah pahlawan yang akan menentukan arah gerak perjuangan bangsa negara, artinya harga diri dan martabat bangsa ini tergantung dari mahasiswa yang notabene adalah pemuda dan pemudi. Kalau pemuda dan pemudinya sebagian besar masih dan senang melakukan perbuatan yang melanggar aturan negara dan atau agama maka dipastikan bangsa ini akan lebih terpuruk dan akan menjadi rangking 10 besar dunia tindak kriminalitas dan kejahatan baik narkoba dan pelecehan seksual.
Mari kita berjuang untuk selalu mengekxplore diri kita sebagai sumber daya manusia yang handal dalam segala bidang khususnya disiplin ilmu yang kita pelajari yang didukung dengan jiwa entrepreneurship yang senantiasa memperjuangkan harga diri dan martabat bangsa di mata dunia. Dengan jiwa kewirausahaan maka mereka akan belajar lebih mandiri dan lebih siap untuk terjun ke dunia pekerjaan sesungguhnya. Perjuangan awal adalah yang paling membutuhkan pengorbanan baik material maupun tenaga, kegagalan dalam berusaha adalah hal yang wajar karena kegagalan itu adalah guru yang akan menjadi ilmu menuju keberhasilan selanjutnya. There is a will, there is a way. Pepatah ini mungkin cocok bagi kita yang akan mulai untuk mengekxplore dirinya menjadi lebih handal dan terdepan untuk melangkah.
Tanyakan pada diri anda sendiri, sudahkah anda menjadi AGENT OF CHANGE?

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda